Feeds:
Posts
Comments

Si Mungil Penuh Arti

Handphone ku berbunyi menandakan adanya SMS yang masuk. Aku meraihnya, dan membuka sms tersebut. Ternyata SMS itu berasal dari keponakanku yang kelas 3 SLTP. “Bi, minta tolong buatin cerita tentang Jogja, tapi dalam bahasa inggris”, demikian isi SMS tersebut.

Continue Reading »

Magnet Facebook

Betapa kagetnya, ketika ada pesan di account facebook-ku dari keponakanku yang masih duduk dibangku kelas 6 SD. Aku tidak menyangka, anak usia 11 tahun sudah punya account facebook. Dia tidak tinggal di kota besar. Dia tinggal di kota kecamatan yaitu Parigi, kabupaten Ciamis.

Continue Reading »

Dunia jurnalisme televisi di Indonesia semakin berkembang. Namun perkembangan itu masih menyisakan persoalan, khususnya masalah etika. Etika sering diabaikan hanya demi keberlangsungan suatu media agar tidak ditinggalkan pemirsanya. Hal tersebut terkadang menggiring media masuk pada kecenderungan menampilkan sesuatu yang spektakuler dan sensasional bahkan dramatis, yang justru kurang beretika.

Ada 3 hal utama yang menjadi persoalan penting dalam etika penyiaran di media televisi, yaitu kevalidan dan manipulasi informasi, kekerasan dan pornografi.

Continue Reading »

BECTA is My Reason

Kalau aku dengar nama Inggris, maka yang pertama kali terfikirkan adalah sepak bola. Bagaimana tidak, iklim persepakbolaan di Inggris begitu panas setiap musimnya. Persaingan antar klub liga primer, terutama the big four yaitu Manchester United, Chelsea, Liverpool dan Arsenal selalu menarik untuk diikuti.

Continue Reading »

Perkembangan Televisi yang begitu pesat di Indonesia, tidak dapat dipungkiri menimbulkan dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Dampak negatif dirasakan lebih besar prosentasenya dibanding dampak positifnya. Salah satu dampak negatifnya adalah masyarakat jadi kecanduan menonton kotak ajaib ini (sebut televisi), terutama anak-anak. Menurut Drs Hadi Supeno, M.Si, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, jumlah jam menonton TV pada anak sudah terlalu tinggi, mencapai 1.600 jam setahun, padahal waktu belajar mereka di sekolah hanya 750 jam setahun.

Continue Reading »

Menanti Cinta

Sejak lama aku berdiri
Dalam sepinya rongga hati
Tak satu pun burung
Mampu menjawab

Hanya padaMu ku bertanya
Lewat setiap sujudku ini
Siapa kah nanti
Cinta untukku
Continue Reading »

Film yang diangkat dari sebuah Novel Best Seller se-Asia Tenggara “Ketika Cinta Bertasbih” karya Habiburrahman El Syirazy (Kang Abi) ini, diawali dengan proses casting yang panjang dan ketat, serta proses lobi dengan negara Mesir sebagai lokasi shoting utamanya. Film ini juga disebut-sebut menelan biaya produksi yang cukup besar. Tapi semua itu tidak sia-sia, karena hasilnya memang luar biasa. Film yang sangat nyaman untuk ditonton oleh siapapun, penuh nilai-nilai pendidikan dan moral. Kang Abi yang juga ikut main dalam film ini, memang novelis yang pintar dalam mengemas masalah cinta dengan apik. Film seperti inilah yang sudah lama dinantikan oleh para pecinta film tanah air yang mayoritas muslim. Film ini juga menjadi kebanggaan Indonesia, karena serentak diputar di 8 negara.

Continue Reading »

Older Posts »