Hanya beberapa hari setelah aksinya (lipsync lagu India) di Youtube ter-expose ke media, Briptu Norman Kamaru (Anggota Brimob Gorontalo) langsung dipanggil ke Jakarta.
Biaya pembuatan akte kelahiran di kabupaten Sleman, ternyata cuma Rp 5000,- lho. Masa sih?
Posted in My Info | 2 Comments »
Siapa yang tak tahu lagu “Andai aku Gayus Tambunan” ciptaan mantan napi, Bona Paputungan? Saya kira semua orang pasti mengetahuinya. Ya, karena lagu ini menjadi semacam “Theme song” berita terkait kasus Gayus Tambunan akhir-akhir ini. Di Metro TV dan TV One yang merupakan TV berita di Indonesia, lagu karya Bona tersebut diputar berkali-kali, mulai program berita pagi sampai berita malam.
Posted in My Articles | Leave a Comment »
Wanita itu bernama Tererai. Dia berasal dari Zimbabwe, sebuah negara yang masih menganggap pendidikan bagi perempuan tidak penting. Akhir tahun ini dia akan resmi meraih gelar doktor. Sesuatu yang tak pernih dia duga sebelumnya. Tapi, inilah kekuatan mimpi yang ia tuliskan 20 tahun lalu.
Continue Reading »
Posted in My Articles | Leave a Comment »
Saya terhenyak ketika membaca tulisan Atmakusumah pada rubrik Opini, Kompas 22 Juni 2010 yang berjudul “Privasi, Pornografi, dan Etik Jurnalistik”. Katanya, ternyata para jurnalis daerah lebih berani dalam memuat potongan-potongan adegan dari video porno “mirip Ariel, Luna Maya dan Cut Tari” tersebut. Padahal di negara tetangga kita Singapura, identitas pelaku video seperti itu tidak pernah dipublikasikan ke media, karena menyangkut privasi seseorang. Yang dipublikasikan hanya penyebarnya saja. Namun jika penyebarnya pelaku dalam video tersebut, maka itu pun tidak dipublikasikan. Pengadilan pun secara cepat menyelesaikan kasus video porno seperti itu.
Posted in My Articles | 2 Comments »
Empat tahun lalu, empat tim eropa merajai partai semifinal piala dunia 2006 di Jerman. Italia melawan Jerman dan Perancis melawan Portugal. Tapi pada piala dunia 2010, apakah hal itu akan kembali terjadi?
Posted in My Articles | Leave a Comment »
Semakin kesini, saya semakin bingung, apa sebenarnya fungsi DPR? Bukankah tugasnya membuat undang-undang dan memantau atau melakukan pengawasan terhadap kinerja pemerintahan? Eeh, malah mengajukan dana aspirasi Rp 15 milyar per daerah pemilihan (Dapil), yang katanya untuk pemerataan pertumbuhan daerah. Aneh, bukankah pertumbuhan daerah adalah tugasnya eksekutif?
Posted in My Articles | Leave a Comment »






