Baru hari ini aku sempat menulis tentang kenangan selama Prajabatan. Prajabatan yang penuh cerita, ceria dan tak terduga. Tak pernah terbayang kondisi prajabatan begitu menyenangkan, tidak seperti yang orang-orang ceritakan. Prajabatan yang berlangsung tanggal 25 Mei – 6 Juni 2009 ini, diikuti oleh CPNS golongan II Honorer dan golongan III Reguler. Golongan III Reguler di bagi 3 kelas, dan aku masuk kelas 3 atau disebut golongan III angkatan III. Gol. III Angk. III ini terdiri dari 38 orang yang berasal dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (14 orang), IAIN Wali Songo Semarang (4 orang), STAIN Purwokerto (4 orang), STAIN Surakarta (3 orang), STAIN Kudus (1 orang), STAIN Pekalongan (1 orang), STAIN Salatiga (1 orang), Kandepag Gunung Kidul (2 orang), Kandepag Bantul (1 orang), Kandepag Kota Yogyakarta (1 orang), Kandepag Kulonprogo (1 orang), Kanwil D.I. Yogyakarta (1 orang), Kanwil Jawa Tengah (1 orang), KUA Banjarnegara (1 orang), KUA Sragen (1 orang) dan Balai Diklat Keagamaan Semarang (1 orang).
Kami tidak menyangka kondisi penyampaikan materi di kelas selama prajabatan berlangsung menyenangkan. Umumnya para widyaiswara menggunakan metode mengajar aktive learning dengan melibatkan peserta prajab untuk diskusi kelompok maupun memberikan beberapa pertanyaan. Sehingga kadang terjadi adu argumen yang mampu menghangatkan suasana. Yang tak terlupakan, dimana hampir setiap harinya ketua kelas kami yaitu Pa Fikri (Ibnu Fikri, IAIN Semarang), Pa Mifdlol (Ahmad Mifdlol Muthohar, STAIN Salatiga), Pa Amin (Amin Widodo, KUA Banjarnegara) dan Pa Zidni (Zidni Imawan Muslimin, UIN Yogyakarta) beradu argumen yang menarik, sehingga justru membuat kami tertawa dan tidak mengantuk. Mereka kadang mengungkapkan sesuatu hal yang berat, tapi lucu. Para tetua kami ini, tahu betul kondisi kelas. Apabila sudah mulai pada jenuh dan mengantuk, maka biasanya Pa Amin mengajukan pertanyaan atau mengungkapkan pernyataan pada widyaiswara, dengan suara kerasnya dan logat bicara yang lucu dan terkadang sangat berani. Sehingga kami terhenyak, penasaran ingin menyimak apa yang disampaikannya. Selanjutnya, baru teman-teman lain ikut menimpali. Sehingga, tidak ada satu orang pun di kelas kami yang tidak ikut bersuara pada saat diskusi. Kami menerapkan pemerataan pada saat presentasi, agar semuanya mengalami, sehingga semuanya terkenal dan akhirnya kami mudah saling kenal.
Kekompakan kelas golongan III angakatan III tidak hanya di saat materi di kelas, namun ketika kegiatan PBB di pagi hari. Terutama pada saat mau ujian PBB. Dua hari sebelum ujian, setiap sore dan malam hari, kami latihan bersama. Hasilnya, kelas kami dengan nomor ganjil semuanya lulus ujian PBB, dan yang nomor genap hanya 6 orang yang ujian remidi(kalau ga salah ingat). Kami pun belajar bersama mempersiapkan ujian BINTAL. Dan hasilnya ujian BINTAL kami pun berjalan dengan lancar. Kami sering diskusi di meja makan sambil menonton TV setelah makan malam. Sehingga kami merasa mendapatkan keluarga baru di sana. Untuk menyimpan kenangan itu tetap ada, maka kami membuat buku kenangan berikut kumpulan foto-foto kami selama prajabatan.
Mungkin karena sudah seperti keluarga, maka ketika mau pulang pun, teman-teman kami dari Semarang yaitu Pa Budi dan Pa Listyono membantu kami membeli oleh-oleh. Sehingga kami tidak kesulitan harus belanja oleh-oleh, karena diantar langsung ke lokasi prajabatan. Terima kasih semuanya. Banyak ilmu, teman, pengalaman dan pengetahuan yang kami dapat selama prajabatan di Balai Diklat Semarang, Jawa Tengah. Semoga kita semua dapat mempertahankan idealisme masing-masing dan memperbaiki citra PNS.
Golongan III Angkatan III memang menyenangkan ! Kapan kita reunian nich !
Berikut diantara foto kebersamaan kami selama prajabatan.










bagus,
saya juga alumi prajabatan Gol III ex honorer angkatan 5, mulai 26 April s/d 20 Mei