Koran Tempo

Awalnya tanggal 1 April 2008 aku iseng-iseng beli Koran Tempo. Ketika aku baca setiap rubriknya aku sangat terkesan dan informasinya sangat menarik. Terutama pada bagian rubrik Olahraga dan Teknologi, dimana aku suka berita sepak bola internasional baik dari klub-klub Eropa maupaun Timnasnya. Sedangkan rubrik Teknologi, aku mendapatkan info-info pendek tetapi informatif, terutama pada bidang teknologi komputer, sehingga aku jadi punya bahan untuk menulis diblogku untuk berbagi informasi IT dengan pembaca semua. Pada rubrik lain, aku mendapatkan berita mengenai perkembangan politik dalam negeri, dimana waktu SLTP dulu kakakku langganan Koran DETIK, sehingga aku sempat tertarik dunia politik karena setiap hari membaca Koran yang membahas perkembangan politik. Walaupun akhirnya aku malah mengambil bidang TI.

Oleh karena itu, sejak saat itu aku jadi membeli Koran Tempo hampir setiap hari. Aku merasa membaca Koran Tempo itu seperti membaca majalah biasa. Gaya bahasa yang digunakan para penulis Tempo mudah dicerna. Mungkin ini yang disebut jurnalisme sastrawi (istilah yang sering diungkapkan para wartawan sekarang ini katanya. Istilah ini aku kenal ketika aku dulu masih gabung di Al-Manar Digital Journal). Jurnalisme sastrawi itu memaparkan berita seperti gaya bahasa sastra, sehingga pembaca merasa hampir seperti membaca novel misalnya. Eh eh ko jadi seperti seorang jurnalis ya. Maaf jika ada pembaca yang kebetulan seorang wartawam/jurnalis mohon dikoreksi tulisan saya jika ada yang salah tulis mengenai jurnalisme sastrawi tadi. Jadi kebablasan nih cerita soal kekaguman saya pada Koran Tempo sampai ke jurnalisme sastrawi segala.

Intinya, aku jadi senang membaca Koran lagi setelah sempat tidak menyukainya karena merasa berita dari internet dan TV sudah cukup. Tapi ternyata saya menemukan hal lain dari sebuah media massa yang tidak didapatkan di internet maupun televisi.

2 thoughts on “Koran Tempo

  1. Ada pelajaran berharga yang bisa kita petik ketika menonton pertandingan sepak bola. Misalnya kerjasama antara pemain dalam sebuah tim. Apalagi permainan sepak bola dengan gaya “Total FootBall” nya Belanda yang offensive yang disuguhkan pada EURO 2008 ini, sungguh menarik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s