Cinta sebagai Semangat Menumbuhkan Karakter Pasangan

Oleh Anis Matta

(Judul asli : Semangat Penumbuhan)

Pekerjaan kedua seorang pencinta sejati, setelah memperhatikan, adalah penumbuhan. Inilah cintanya cinta. Inilah rahasia besar yang menjelaskan bagaimana cinta bekerja mengubah kehidupan kita dan membuatnya menjadi lebih baik, lebih bermakna.

Cinta adalah gagasan dan komitmen jiwa tentang bagaimana membuat kehidupan orang yang kita cintai menjadi lebih baik. Jika perhatian memberikan pemahaman mendalam tentang sang kekasih, maka penumbuhan berarti melakukan tindakan-tindakan nyata untuk membantu sang kekasih bertumbuh dan berkembang menjadi lebih baik.

Kita tidak boleh berhenti di ujung perhatian sembari mengatakan kepada sang kekasih: ”Aku mencintaimu sebagaimana kamu adanya”. Atau: “Aku menerima dirimu apa adanya”. Memahami dan mengerti sang kekasih tidaklah cukup. Seorang pencinta sejati harus mampu mengimajinasikan sebuah plot akhir dari kehidupan yang akan dijalani sang kekasih. Itu tidak berarti bahwa kita mengintervensi kehidupan pribadinya dan mengatur kehidupannya secara rigid atas nama cinta. Tidak ! Yang dilakukan seorang pencinta sejati adalah menginspirasi sang kekasih untuk meraih kehidupan paling bermutu yang mungkin ia raih berdasarkan keseluruhan potensi yang ia miliki.

Kalau bukan karena kerja-kerja penumbuhan, seorang pencinta sejati tidak akan sanggup bertahan hidup disamping seorang kekasih yang ilmu, pengalaman, keterampilan dan kepribadiannya, tidak bertumbuh dalam 10 tahun masa perkawinannya, misalnya. Kamu pasti bosan mengobrol dengan seseorang yang hidupnya stagnan, dingin dan tidak dinamis. Para pencinta sejati menemukan gairah kehidupan dari perubahan-perubahan dinamis dalam kehidupan kekasih mereka. Seperti gairah kehidupan yang dirasakan seorang ibu ketika menyaksikan bayinya tumbuh dan berkembang menjadi anak remaja lalu dewasa. Atau gairah yang dirasakan seorang guru saat menyaksikan muridnya tumbuh menjadi ilmuwan dan intelektual.

Penumbuhanlah yang membedakan cinta yang matang dengan cinta seorang melankolik. Penumbuhan adalah sisi paling rasional dan realistis dari cinta. Penumbuhan memberikan sentuhan edukasi pada hubungan cinta. Sebab disini cinta bukan sekedar gumpalan emosi di langit jiwa: yang mungkin meledak bagai halilintar, atau membanjiri bumi dengan hujan air mata. Disini cinta adalah sebuah pekerjaan. Pekerjaan jiwa, pikiran dan fisik sekaligus. Itu yang membuatnya nyata dan efektif.

Di tangan Rasulullah Saw Aisyah bukan hanya seorang isteri. Rasulullah Saw telah menumbuhkannya menjadi bintang di langit sejarah. Suatu saat Ali Tantawi mengatakan: “Isteriku yang hanya tamatan SD ternyata lebih intelek daripada mahasiswa-mahasiswaku yang sudah hampir lulus sarjana”. Beliau mengatakan itu setelah melewati 10 tahun masa perkawinan. Ketika Iqbal menemukan dirinya telah menjadi filosof dunia, ia menyadari itu kerja sang guru. Maka ia berkata tentang gurunya itu: “Dan nafas cintanya meniup kuncupku jadi bunga”.

Sumber : Tarbawi Edisi 97 th. 6 Ramadhan 1425 H/11 November 2004 M

Aku sangat terkesan ketika pertama kali membaca tulisan Pak Anis Matta ini. Sampai-sampai aku tidak bosan untuk membacanya berkali-kali. Beliau menyampaikan makna mencintai dengan begitu berbeda dengan yang sering diungkapkan selama ini. Bahwa kita belum bisa disebut sebagai pencinta sejati apabila kita tidak membuat kekasih yang kita cintai tidak lebih baik hidupnya selama hidup bersama kita.

Aku jadi teringat cerita teman kos ku. Dia bercerita bahwa salah satu tetangga di kampungnya(perempuan) menikah ketika kelas 4 SD(maklum zaman dulu). Bisa dibayangkan pasti selisih usianya dengan suaminya sangat jauh. Dan sekarang setelah bertahun-tahun menikah, yang ternyata suaminya bekerja di Pertamina, isterinya itu tumbuh menjadi ibu yang sangat pintar dalam mengatur keuangan keluarga. Padahal kalau dilihat dari backgroundnya, SD pun tidak lulus. Inilah contoh pecinta sejati yang dibuktikan oleh suami ibu tersebut, yang mampu membuatnya sebagai ibu yang pandai dan cerdas. Bagaimana dengan anda ???

Oleh karena itu, aku menulis kembali tulisan Pak Anis Matta yang diterbitkan Majalah Tarbawi di blog ini, tidak lain ingin berbagi dengan anda semua, tentang begitu dahsyatnya beliau mengartikan makna mencintai. Semoga kita bisa memetik hikmah dari tulisan beliau. Terima kasih Pak Anis Matta.

Semoga bermanfaat.

3 thoughts on “Cinta sebagai Semangat Menumbuhkan Karakter Pasangan

  1. Assalamualaikum.
    Boleh ikut ngopi serial cinta ust. anis ya… melengkapi serial yang sebelumnya masih kurang. Syukron bangt.
    wassalm.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s