Di Rumahku Ada Surga

Oleh Anis Matta

Taman punya kita berdua

Tak lebar luas, kecil saja

Satu tak kehilangan lain dalamnya

Bagi kau dan aku cukuplah

Itu penggalan puisi Chairil Anwar, 1943, tentang rumahnya yang disebutnya taman. Taman hati. Taman hidup. Sempit ruangnya. Tapi cinta membuatnya jadi terasa cukup lapang dalam dada. Cinta membuatnya nyaman dihuni :

Kecil, penuh surya taman kita

Tempat merenggut dari dunia dan ‘nusia

Kenyamanan. Itu rahasia jiwa yang diciptakan cinta: maka kita mampu bertahan memikul beban hidup, melintasi aral kehidupan, melampaui gelombang peristiwa, sambil tetap merasa nyaman dan teduh. Cinta menciptakan kenyamanan yang bekerja menyerap semua emosi negatif masuk ke dalam serat-serat jiwa melalui himpitan peristiwa kehidupan. Luka-luka emosi yang kita alami di sepanjang jalan kehidupan ini hanya mungkin dirawat di sana: dalam rumah cinta.

Dalam rumah cinta itu kita menemukan sistim perlindungan emosi yang ampuh. Mary Carolyn Davies mengungkapkannya dengan manis :

Ada sebuah tembok yang kuat

Di sekelilingku yang melindungiku:

Dibangun dari kata-kata yang kau ucapkan padaku

Jiwa yang terlindungi akan cepat bertumbuh dan berubah. Sederhana saja. Karena hakikat cinta selamanya hanya satu: memberi. Memberi semua kebaikan yang tersimpan dalam jiwa. Melalui tatapan mata, kata atau tindakan. Jika kita terus menerus memberi maka kita akan terus menerus menerima. Pemberian jiwa itu menghidupkan kekuatan kebajikan yang sering tertidur dalam jiwa manusia. Seperti pohon: pada mulanya ia menyerap matahari dan air, untuk kemudian mengeluarkan semua kebajikan yang ada dalam dirinya: buahnya, keindahannya.

Dalam rumah yang penuh cinta itu kita menemukan rasa aman, kenyamanan dan kekuatan untuk terus bertumbuh. Itu sebabnya rumah yang begitu seperti menghadirkan surga dalam kehidupan kita. Rumah itu pasti utuh. Dan abadi. Adakah doa cinta yang lebih agung daripada apa yang diajarkan sang Rasul kepada kita di malam pertama saat kita meletakkan dasar dari bangunan hubungan jiwa yang abadi? Letakkan tangan kananmu di atas ubun-ubun istrimu, lalu ucapkan do’a ini dengan lembut:

Ya Allah, aku mohon pada-Mu kebaikan perempuan ini

dan semua kebaikan yang tercipta bersama penciptaannya

Sumber : Tarbawi Edisi 89 Th. 5/Jumadil Ula 1425 H/22 Juli 2004 M

One thought on “Di Rumahku Ada Surga

  1. Assalamu’alaikum….
    afwan, boleh gabungkan tidak???
    info dari blog anti bagus, kalau boleh ana di kirim hal-hal baru tentang sastra, maupun editing. soale ana sekarang belajar editing. dan kerja jadi editor buku di Klaten. mohon masukannya. 081578409728 ini nomer HP ana. oh ya!!! ana alumni UIN Jogja 2008 kemarin. Jazzakullah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s