“Menuju Bintang Ramadhan”, Pembelajaran untuk Anak

Secara tidak sengaja aku memindahkan channel TV ke TVOne. Kalau tidak salah malam itu malam minggu. Ternyata pada saat itu sedang berlangsung program reality show anak dengan nama “Flexi Menuju Bintang Ramadhan”. Dinamai seperti itu, karena sponsor utamanya adalah Flexi. Namun setelah Ramadhan acara ini pindah tayang menjadi hari sabtu dan minggu pukul 16.00.

Awalnya aku kira acara tersebut seperti lomba Da’i Cilik dulu. Namun ternyata tidak. Para peserta adalah per kelompok yang masing2 2 orang yang mewakili daerahnya masing2. Usia peserta maksimal 11 tahun.

Yang menarik dari acara ini adalah anak-anak diberikan sebuah kasus sosial, kemudian mereka diminta untuk menyampaikan solusi atas masalah tersebut atau pendapat setuju atau tidak dan menjelaskan alasannya. Misalnya salah satu episode yang saya lihat membahas mengenai penting atau tidaknya anak sekolah memakai seragam. Apa pendapat mereka mengenai hal itu.

Selain itu, ada juga salah satu episode dimana para peserta diminta melakukan riset langsung ke lapangan dengan area yg berbeda per kelompoknya. Ada yang ke tempat anak-anak pemulung sampah, anak-anak yang berprofesi sebagai penyemir sepatu dan lainnya. Setelah riset itu, anak-anak diminta untuk menyusun program yang dapat meningkatkan penghasilan anak-anak kurang beruntung tersebut. Karena satu kasus untuk 2 kelompok, maka dua kelompok tersebut saling berargumen meyakinkan juri bahwa programnya mereka yang paling bagus.

Dengan melihat acara ini, kita bisa menyimpulkan bahwa anak-anak sekarang walaupun masih tingkat SD tapi mereka punya kemampuan untuk berfikir ke depan, menyampaikan ide-ide kreatif mereka secara lantang. Semoga ini latihan yang baik bagi mereka dan bagi anak-anak indonesia umumnya. Dan bukan hanya kemampuan berwacana tapi mampu mengaplikasikannya.

Tidak salah klo acara ini didesain seperti itu, karena tujuan utama dari program ini adalah pemilihan dai cilik yang tidak hanya pintar tausyiah (ceramah), pintar agama, tetapi juga pintar berdebat, berani berpendapat dan mampu menghargai pendapat orang lain.

Namun satu hal yang saya sayangkan, karena penilaiannya berdasarkan sms pemirsa. Padahal menurut saya, akan menjadi lebih objektif jika penilaiannya langsung oleh dewan juri yang berkompeten. Dimana baru acara inilah yang mampu mendatangkan seorang menteri menjadi juri acara di Teleisi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s