Cobaan Itu Tak Kenal Waktu

Betapa kagetnya aku ketika pagi-pagi datang ke kantor (Fak. Dakwah UIN Jogja), orang-orang pada langsung sibuk pergi lagi. ”Mau pada kemana mereka ?”, fikirku. Akhirnya aku beranikan diri bertanya. Ternyata katanya anaknya Pak Dekan Fak. Dakwah (Prof. Dr. Bahri Gazali) meninggal lagi pagi itu sekitar pukul 6. Innalillaahi Wainnaa Ilaihi Raaji’un.

 

Tapi aku tambah kaget dengan pernyataan ”Meninggal Lagi”. Ternyata cerita punya cerita, anaknya beliau yang pertama baru saja meninggal sekitar 4 bulan yang lalu karena kecelakaan maut. Dan yang ini adalah anaknya yang kedua, meninggal karena sakit setelah di rawat semalam di rumah sakit Happy Land.

 

Jadilah hari Jum’at, 17 Oktober 2008 merupakan hari berduka bagi semua civitas akademika UIN Suka Jogja, khususnya Fak. Dakwah. Kita pada takziah ke rumah Pak Dekan. Karena saya pegawai baru di Fak. Dakwah, jadi saya tidak begitu mengetahui mengenai kondisi keluarga Pak Dekan. Saya baru mengetahuinya sepulang takziah.

 

Pantas saya melihat isteri Pak Dekan begitu histeris menangisi kepergian anaknya. Karena ternyata anaknya itu cuma dua. Dan kini dua-duanya sudah meninggal. Itulah cobaan terberat mereka, dalam kurun 5 bulan kedua anaknya meninggal. Ditambah lagi usia mereka sudah tidak muda lagi. Sehingga kemungkinan untuk mempunyai keturunan lagi sangat kecil. Kecuali atas kehendak dan kuasa-Nya.

 

Melihat dari cobaan yang dialami beliau, kadang kalau kita tidak sadar atas takdir Allah, mungkin menyangka Allah tidak menyayanginya. Semua titipannya sudah diambilnya dalam kurun waktu yang cukup singkat. Tapi itulah, Allah Maha tahu atas kekuatan iman setiap hambanya. Kita harus yakin bahwa Allah tidak akan menimpakan cobaan diluar kemampuan hambanya untuk menghadapi cobaan tersebut.

 

Dan ketika Allah memberikan ujian/cobaan kepada Pak Bahri dan Isterinya dengan meninggalnya kedua anak beliau, maka Allah pasti sudah mengetahui bahwa mereka mampu menghadapinya dengan tabah dan kuat.

 

Kita tidak pernah tahu kapan ajal itu akan menjemput. Dan berapapun jumlah anak yang kita miliki, kalau Allah sudah menentukan untuk mengambilnya kita tidak akan pernah bisa mencegahnya. Walaupun akhirnya orang jadi berpendapat bahwa ternyata punya dua anak tidaklah cukup. Karena kalau keduanya diambil, tidak ada yang tersisa. Minimal tiga atau empat, katanya. Entahlah, manusia hanya mampu melakukan usaha.

 

Akhirnya, saya selaku salah satu pegawai di Fak. Dakwah UIN mengucapkan ikut berduka cita sedalam dalamnya atas meninggalnya anak Pak Prof. Dr. Bahri Gazali, semoga beliau dan isterinya dan semua keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini. Dan semoga arwah anak beliau diterima disisi-Nya dan tempatkan di surga-Nya. Amin Ya Robbal ’Alamin.      

One thought on “Cobaan Itu Tak Kenal Waktu

  1. Semua cobaan ini ada hikmahnya…..ada apa dibalik semua ini….semoga Allah senantiasa menguatkan beliau dari ujian yang berat ini dan mudah-mudahan putra-putra beliau meninggal khusnul khotimah. AMIN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s