Apa ini yang disebut mencerdaskan bangsa?

Marah, kecewa, sedih dan perasaan lainnya berkecamuk dalam dada setiap orang tua maupun siswa yang tidak lulus UN. Teriakan histeris, pingsan, menangis bahkan ada yang sampai nekad mau bunuh diri, merupakan respon atas ketidaklulusan mereka. Visualisasi ini menghiasi layar kaca televisi setiap hari semenjak diumumkan kelulusan UN, baik tingkat SLTP maupun SLTA.

Kalau melihat kondisi tersebut yang terjadi setiap tahunnya, apakah itu tidak menjadi beban psikologis bagi siswa? Apakah pemerintah tidak melihat kondisi ini? Atau pura-pura tidak tahu?

Kalau saya mengutip kata-kata Pak Wiranto dalam debat cawapres tadi malam (23/6/09) yang mengomentari seringnya kecelakaan di Indonesia, bahwa apabila terjadi satu kali itu musibah, apabila terjadi dua kali itu ceroboh, dan apabila terjadi berkali-kali itu tidak peduli. Maka dampak akibat sistem UN yang terjadi secara rutin setiap tahun yang menghantui setiap siswa, ini menunjukkan tidak adanya kepedulian pemerintah terhadap sistem pendidikan Indonesia, terutama perkembangan anak bangsa. Sistem UN bukanlah cara yang tepat untuk meningkatkan kecerdasan bangsa. Karena kalau menurut teman saya (Pa Dutho), input tidak baik, proses tidak standar, tapi menginginkan output/hasil yang standar. Itu tidak adil bagi siswa, terutama yang berada di wilayah pedesaan.

Jika dalih DEPDIKNAS untuk mengukur tingkat kecerdasan bangsa, baiklah itu diterapkan. Tetapi bukan untuk menentukan KELULUSAN siswa, hanya salah satu komponen penilaian saja. Nilai UN hanya sebagai tolak ukur evaluasi pendidikan, guna meningkatkan pemerataan kesenjangan pendidikan yang terjadi selama ini. Sehingga yang harusnya dibuat standarisasi adalah proses pendidikannya. Karena output yang baik berasal dari input dan proses yang baik.

Kerja keras dan usaha mereka belajar selama 3 tahun seolah-olah tidak ada artinya, karena KELULUSAN ditentukan hanya dengan beberapa mata pelajaran saja. Apa gunanya ada ujian tiap semester, kenaikan kelas setiap tahun, kegiatan ekstra kulikuler, kalau akhirnya itu semua tidak ada nilainya karena tidak dimasukkan dalam komponen nilai KELULUSAN. Apakah semua siswa akan jadi ahli matematika, fisika, kimia, biologi, ekonomi, bahasa inggris, bahasa indonesia? Apa hanya itu standar kecerdasan seseorang?

Memang benar apa yang ditulis sebuah buku yang berjudul “Sekolah itu Candu”, sepertinya memang sekolah di Indonesia sudah menjadi CANDU. Bagaimana pendapat anda?

2 thoughts on “Apa ini yang disebut mencerdaskan bangsa?

  1. kebijakan sistem UN menurut saya sudah lah baik untuk meningkatkan mutu dan standarisasi bangsa.. kita Bangsa Indonesia pastilah tidak mau di cemooh bangsa luar kan..?

    boleh lah kita memandang negatif untuk dampak sistem UN ini
    saya lihat pemerintah masih berfokus untuk sistem saja dan proses pengembangannya masih kurang seperti mengadakan lomba2 dalam ilmu pelajaran (cerdas cermat) dan kegiatan lainnya
    dan perencanaan sistem harus dirancang sebaik mungkin.. diihat dari satu sisi di pedesaan standarisasi masih dibawah rata2… kita harus tahu kenapa ??? jawab saya cuma satu perbaiki dulu guru2 nya…. kirim guru2 berkualitas untuk mengajar didesa tersebut..

    satu untuk semua satu untuk INDONESIA KU

    regard’s
    Mr~A
    *BIN

  2. Sistem pendidikan memang sudah dari dulu seperti itu, bahkan tidak hanya di indonesia saja.

    Tugas kita sebagai generasi kita adalah mengubah sistem tersebut dengan terus memperbaikinya supaya sistem pendidikan bisa menghasilkan orang yang cerdas.

    Pengertian kecerdasan memang sangat luas? setiap orang menerangkan dengan definisi yang berbeda.

    “Kecerdasan adalah kemampuan membedakan sesuatu”

    klo kita semakin banyak mengetahui cara yang benar tentang bermain bola berarti kita adalah orang yang cerdas tentang bola.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s