Keanehan Ujian Nasional

“Ini bukan kegagalan Ujian Nasional (UN), tapi keanehan Ujian Nasional,” kata Ketua Dewan Pendidikan D.I. Yogyakarta, Prof. Wuryadi di kantornya.

Pernyataan di atas diungkapkan Prof. Wuryadi pada saat saya mewawancarainya tentang penyebab anjloknya tingkat kelulusan UN tahun 2010 khususnya yang terjadi di Yogyakarta.

Menurut Prof. Wuryadi, UN yang dijadikan indikator atau alat ukur kualitas pendidikan Nasional, ternyata bermasalah. Bagaimana akan mendapatkan hasil yang sesuai, apabila alat ukurnya saja bermasalah. Alat ukur yang baik adalah apabila anak pintar diuji, maka pasti hasilnya dapat nilai baik, dan apabila anak tidak pintar yang diuji, maka hasilnya dapat nilai tidak baik. Tapi apa yang terjadi di UN aneh. Anak yang pintar tidak lulus, tapi yang bodoh malah banyak yang lulus. Bahkan siswa yang juara olimpiade pun ada yang tidak lulus.

“Jadi, perlu dianalisis juga kualitas soal dan kebenaran jawabannya. Karena menurut guru-guru SMP di Jakarta, banyak soal bahasa Indonesia yang membingungkan”, Prof. Wuryadi menegaskan.

Selama ini evaluasi yang dilakukan hanya sebatas pihak sekolah dan siswa. Tapi tidak pernah soal-soal dan jawaban UN-nya dievaluasi atau dibuka kepada umum, apakah ada pendapat berbeda tentang soal dan jawaban UN, dari guru pemangku mata pelajaran tersebut? Atau cara lainnya untuk mengetahui penyebab kegagalan UN menurut Prof. Wuryadi, dengan cara menanyakan langsung kepada peserta UN yang tidak lulus tersebut. Maka nantinya akan diketahui apa penyebab utamanya.

(Oleh Euis Marlina)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s