Demam Briptu Norman

Hanya beberapa hari setelah aksinya (lipsync lagu India) di Youtube ter-expose ke media, Briptu Norman Kamaru (Anggota Brimob Gorontalo) langsung dipanggil ke Jakarta.

Baru sehari di Jakarta, malamnya langsung diundang MNCTV sebagai bintang tamu dalam acara “TARUNG DANGDUT” (8/4/2011). Stasiun lain pun tidak mau ketinggalan. Berbagai acara Trans 7 seperti “BUKAN EMPAT MATA” (tampil dua kali), “HITAM PUTIH” dan “OPERA VAN JAVA” menampilkannya. Briptu Norman pun tampil dalam acara “DAHSYAT” di RCTI dan “BAROMETER” di SCTV. Masyarakat pun dibuat ‘demam’ Briptu Norman. Semua orang menirukan gaya narinya Briptu Norman, termasuk para selebritis. Hebatnya lagi, Briptu Norman selalu dikawal oleh dua atasannya. Apa ga ada kerjaan tuh Pa di kantor, atau sudah berubah jadi manajernya Briptu Norman? Atau jangan-jangan kepolisian memanfaatkan kepopuleran Briptu Norman untuk merubah citra polisi?

Tidak bisa dipungkiri, Briptu Norman memang memiliki bakat seni. Ternyata suaranya pun bagus saat menyanyi live. Dia juga pandai menari dan main gitar. Namun, menurut saya publikasi kemampuan dia menyanyi India ini berlebihan. Sikap POLRI yang memfasilitasi dia dengan memberikan kawalan khusus untuk tampil disetiap acara, justru menjadikannya tidak melakukan tanggung jawabnya sebagai anggota BRIMOB. Itu berarti dia sudah bolos kerja, karena dia tampil pada saat jam kerja. Kondisi ini secara tidak langsung memberikan pembelajaran tidak baik bagi para pegawai negara yaitu meninggalkan tugas demi kepentingan pribadi. Jika Briptu Norman seorang anggota polisi dan pegawai yang baik, seharusnya dia menolak tampil saat jam kerja. Saya yakin masyarakat akan lebih kagum padanya.

Bakat menyanyi Briptu Norman tidak salah jika ingin dikembangkan (kabarnya sudah ada yang menciptakan lagu untuknya). Seperti presiden SBY yang sudah mengeluarkan beberapa album. Namun, jangan sampai ketenarannya mengalahkan tanggung jawabnya sebagai abdi negara. Jika dia terus-terusan tampil di TV layaknya seorang selebritis, maka lebih baik mundur saja dari anggota BRIMOB-nya, karena tidak ada gunanya jadi anggota BRIMOB (cuma formalitas pakaian saja, tapi pekerjaannya menghibur orang). Bagaimana Briptu Norman? (15/4/2011)

http://euismarlina2014.blogspot.com/

One thought on “Demam Briptu Norman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s