Komunikasi dengan Anak

Ketika Teh Indari Mastuti (CEO IndScript Creative) cerita, bahwa kedua anaknya biasa tidur maksimal jam 8 malam dan bangun subuh, saya benar-benar kagum. Wow, luar biasa sekali. Sementara anak saya, terbiasa tidur larut di atas jam 10 malam, sehingga seringnya bangun siang dech😦

euis dan syifa

Lalu saya tanya, gimana caranya agar anak punya rutinitas tidur seperti itu?

Kata Teh Indari, saya berkomunikasi dengan kedua anak saya sejak mereka berada di dalam kandungan. Saat masih janin. Saya katakan kepada mereka apa pun yang saya inginkan dari kedua anak saya ini. Termasuk jam tidur ini. Dan setelah lahir tentu lebih intens lagi komunikasinya dengan anak.

Jadi, jangan menganggap anak tidak memahami apa yang dikatakan orang tuanya. Karena jika kita telaten melakukan komunikasi itu, maka lambat laun anak akan faham apa yang orang tua inginkan. Dan waktu komunikasi yang paling baik (golden time) adalah menjelang tidur.

Saya pun pelan-pelan meniru apa yang Teh Indari ajarkan. Mulai mengkondisikan anak saya untuk tidur jam 8 malam. Sebelum tidur komunikasi dengannya tentang apa yang boleh dan yang tidak boleh iya lakukan. Memang perlu ekstra sabar. Tapi saya yakin, jika saya terus konsisten mengkomunikasikannya kepada anak, maka in shaa Allah berhasil.

Jadi ingat pesan bunda Cinta, jangan menasihati anak saat kita dalam kondisi emosi atau marah. Karena tidak akan pernah masuk kepada anak. Malah yang mereka terima adalah kemarahan kita, karena mungkin nada kita menasihati pun dengan suara tinggi. Dan kasus ini pun saya alami. Ketika saya berkata dengan nada agak tinggi, walau pun baik, anak saya menangkap itu sebagai tanda marah.

Terus belajar cara komunikasi dengan anak, karena hanya kitalah sebagai orang tuanya yang paling tahu cara terbaik untuknya.

Teh Indari membahas masalah manajemen komunikasi ini dalam bukunya Full Time Mom VS Working Mom.

12900230_10209519698895091_1936253791_n

One thought on “Komunikasi dengan Anak

  1. persis mbak… ibu juga nasehati saya gitu…

    yang terekam oleh anak adalah emosinya, bukan kata2 kita

    n salah 1 cara supaya ga emosian sama anak, komunikasinya sambil duduk, jangan berdiri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s